KULONPROGO - Pengukuran dan pendataan lahan calon Bandara Baru Kulonprogo harus segera dituntaskan.
Jika sesuai pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla groundbreaking bandara harus bisa dilakukan pada Mei 2016, maka sisa pekerjaan Satgas A dan B BPN tersebut harus selesai sesegera mungkin.
Pasalnya, kenyataan di lapangan progres pendataan oleh satgas B baru mencapai 90 persen. Sementara pengukuran oleh satgas A sejauh ini mencapai 99,89 persen.
Praktis, dengan tetap adanya upaya penolakan sebagian warga terdampak, tim BPN tetap harus tetap kembali turun lapangan menuntaskan pekerjaannya.
Sekda Kulonprogo, Astungkoro, mengatakan tahapan harus lebih dulu diselesaikan jika ingin groundbreaking sesuai harapan wakil presiden.
Menurutnya, sisa pekerjaan antara lain penyelesaian pengukuran dan pendataan, pemilihan appraisal, tim appraisal turun lapangan, musyawarah ganti kerugian, dan pembayarannya.
"Kalau pada Maret nanti sudah pembayaran, apa yang disampaikan Pak JK itu bisa saja untuk groundbreaking di bulan Mei," kata Astungkoro, Senin (4/1/2016).
Namun untuk mengejar penyelesaian dalam waktu hingga Mei tersebut tim masih harus berhadapan dengan sebagian warga yang menolak di lapangan.
Senin ini, Polres dan BPN Kulonprogo kembali berkoordinasi soal keamanan proses pendataan lanjut di lapangan.
Belum lagi jika nanti muncul gugatan warga terkait besaran ganti kerugian, menurutnya, bukan tidak mungkin groundbreaking terpaksa mundur sebulan dari target Mei.
"Pak JK juga sudah menyampaikan semua diselesaikan dulu," katanya.
Setelah jeda libur natal dan tahun baru, besar kemungkinan pengukuran dan pendataan oleh BPN akan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat.
Astungkoro mengatakan, terutama satgas B harus turun lapangan untuk mendata benda di atas tanah dan otomatis harus meminta izin dari pemiliknya.
"Masih ada Sidorejo Glagah dan Kragon di Palihan. Batas waktu 11 Januari," lanjutnya.
Sebagaimana diungkapkan Kepala BPN Kulonprogo, Muhammad Fadhil, bahwa pengukuran akan kembali dilanjutkan setelah jeda libur natal dan tahun baru. Sementara ini, BPN masih melakukan koordinasi dengan Polres Kulonprogo.
Kapolres Kulonprogo, AKBP Yuliyanto, mengatakan jika persiapan terkait pengamanan telah matang, maka proses lanjut dapat dilanjutkan pada Selasa (5/1/2016). Meski demikian, Kapolres masih merahasiakan strategi pengamanan yang akan diterapkan.
"Personel cukup. Cukup banyak. Harapannya tidak ada benturan. Tapi kalau terpaksa benturan kami sudah siap," katanya.

0 komentar:
Posting Komentar