Kisah Cinta Dua Lansia, 'Kamu Jadi Mataku, Aku Jadi Telingamu'



Kisah cinta sehidup semati menginspirasi sudah banyak kita dengar dan saksikan di dunia ini, dari kisah Romeo dan Juliet, Cleopatra dan Mark Antony hingga Napoleon dan Josephine.
CERITA cinta hingga nafas terakhir pun masih terus terjadi hingga abad millenium ini. Satu diantara adalah pasangan suami istri lansia yang terkenal di China.
Mereka adalah Gu Keda dan Liu Meixiu yang menetap di Guiyang di provinsi Guizhou China, keduanya terkenal pasangan setia sehidup semati yang saling melengkapi.
Orang disana menyebutnyanya, Kakek Gu dan Nenek Liu. Gu berusia 100 tahun, sedaangkan Liu berumur 91, keduanya sudah bersama selama 70 tahun.
Apa yang membuat keduanya dikenal masyarakat di sana? usia lanjut membuat keduanya saling melengkapi satu dengan yang lain karena penurunan kemampuan fisik.
Kakek Gu memiliki penglihatan yang masih sangat baik untuk seumarnya, tetapi dia memiliki kekurangan di bagian telinga, pendengaran berkurang.
Sedangkan Nenek Liu sebaliknya, penglihatannya kurang tak pendengarannya buruk. "Kami saling melengkapi," kata Nenek Liu,
"Dia memiliki pandangan yang baik, tetapi pendengaran tidak, dan saya sebaliknya. Jadi dia adalah mata saya, dan saya telinganya. "katanya.
Kedua pasangan itu bertemu ketika masa perjuangan Perang Perlawanan melawan Jepang. Bagi Kakek Gu, Liu adalah cinta pada pandangan pertama.
Sedangkan, Nenek Liu sempat ragu pada awalnya karena mereka berasal dari provinsi-provinsi jauh satu dengan yang lainya.
Hingga akhirnya mereka menikah, mereka sempat mengalami masa sulit dia awal pernikahan, Liu harus membantu menjahit pakaian orang lain untuk membantu pemasukan kelurga.
Namun akhirnya pada 1980-an kehidupan mereka meningkatkan dan kelima anak mereka mampu sekolah di perguruan tinggi dan memiliki pekerjaan yang memuaskan.
Sekarang mereka memiliki cucu namun masih mereka berdua hidup bersama, bermain catur Cina, berjalan-jalan di taman menggunakan kursi roda bertenaga listrik.
Orang-orang di Jalan Zaoshan sering melihat pasangan tua yang duduk di salah satu kursi yang merupakan akses menuju ke taman.

Share on Google Plus

    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar