Kereta Kencana Anyar Rp200 Juta Ikut di Jumenengan Paku Alam X






Laporan Reporter Tribun Jogja, Jihad Akbar

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kereta kencana berwarna hitam terparkir di Puro Pakualaman. Kereta yang belum memiliki nama ini merupakan kereta yang baru milik Kadipaten Pakualaman.

Memiliki garis dan ornamen berwarna emas kereta buatan Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) DIY selesai pada Desember 2015 lalu.

"Pembuatan kereta ini diilhami ilhami dari kereta yang telah ada," terang Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Indro Kusumo, adik Paku Alam IX, Minggu (3/1/2016) di Puro Pakualaman Yogyakarta.

Rencananya kereta baru ini akan ikut serta dalam Kirab Ageng Jumenengan Dalem Paku Alam X, Kamis (7/1/2016) mendatang.

Kereta baru memiliki bahan dasar kayu Jati serta biji besi pilihan. Kanjeng Indro mengungkapkan, pembuatan kereta baru menghabiskan dana sekitar Rp200 juta.

Kereta baru akan menemani empat kereta sebelumnya yaitu kereta Manik Kumala yang memiliki usia dua abad diproduksi 1800-1810, kereta Nyai Roro Kumenyar buatan tahun 1901. Kemudian kereta Kyai Brojonolo buatan tahun 1900, dan kereta Manik Brojo buatan tahun 1870-1890 serta kereta Rejo Kumolo dari Keraton Ngayogyakarta. 

Nantinya kereta akan menempuh jarak 3,6 kilometer. Kirab akan menempuh rute Puro Pakualaman, jalan Sultan Agung, jalan Gajah Mada, jalan Bausasran, jalan Gayam, jalan Cendana, jalan Kusumanegara, jalan Sultan Agung, dan kembali ke Puro Pakualaman.


30 ekor kuda akan menarik lima kereta Kadipaten Pakualaman dan satu kereta milik Keraton Ngayogyakarta. Untuk kereta baru rencananya akan ditarik enam ekor kuda.

"Kudanya berasal dari teman-teman Pordasi dan yang sudah siap juga ada dari Kavaleri (TNI)," terang Kanjeng Indro.(tribunjogja.com).

Share on Google Plus

    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar