YOGYA - Beberapa orang mungkin asing mendengar nama Harya Suraminata.
Ia adalah pencipta karakter Gundala Putra Petir, yang lebih akrab disapa dengan nama Hasmi.
Karyanya, Gundala, telah bertahan selama puluhan tahun. Terhitung sejak Hasmi mulai menciptanya pada 1969 silam.
Hal tersebut membuktikan eksistensi Gundala yang tak lekang ditelan zaman.
Kreator asli Yogya tersebut menganggap sosok pahlawan super lokal patut dipertahankan keberadaannya dari masa ke masa.
"Istilah superhero itu kan dari budaya Barat. Walau demikian, menurut saya, Indonesia juga membutuhkan sosok pahlawan berkekuatan super atau superhero lokal," bebernya, Selasa (10/11/2015).
Walaupun terinspirasi dari sosok superhero Flash, namunGundala adalah sosok pahlawan Indonesia yang berasal dari Yogya. Begitu Hasmi menyebut identitas diri Gundala.
"Sancaka, manusia yang berubah menjadi Gundala adalah orang Yogya. Mungkin karena saya sendiri orang Yogya, jadi lebih mudah mencipta karakter yang berasal dari Yogya. Identitas kejawaan Gundala juga terlihat di telinganya," imbuh Hasmi.
Diakui pria kelahiran Yogyakarta, 25 Desember 1946 tersebut, eksistensi Gundala tak lepas dari peran penggemarnya yang kini rata-rata sudah berusia 50 tahun ke atas.
"Gundala tidak akan pernah hidup sampai sekarang kalau penggemarnya, yang kini sudah berumur, tidak pernah menceritakan superhero Indonesia bernama Gundala kepada generasi muda," ungkap pria yang ikut andil berperan dalam film Talak 3 tersebut.
Tak hanya hidup di komik, Gundala juga pernah diangkat ke layar lebar pada tahun 1982. Hasmi mengungkapkan, jika ada rencana Gundala akan kembali menghiasi bioskop tanah air.
"Gundala akan diangkat ke dalam film lagi, kali ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Tapi kapan waktu proses pengambilan gambarnya, saya masih belum tahu," ucap Ayah dua anak itu.

0 komentar:
Posting Komentar